Selasa, 27 April 2010

HOBI YANG MENGUNTUNGKAN

Suatu hari, pagi-pagi saya sudah nongol di kantor pemasaran komplek perumahan tempat saya tinggal. Saya ditemui mbak-mbak bagian marketing -sepertinya orang baru, bukan yang biasa melayani saya beli rumah sebelum-sebelumnya. Langsung saja saya minta informasi tentang sebuah cluster yang akan dibuka di komplek saya.

“Lho, tahu dari mana kita mau buka cluster baru?” tanya si mbak marketing heran.

“Saya lihat spanduknya di jalan,” sahut saya santai.

Si mbak melongo. Belakangan baru saya tahu, spanduk yang memuat informasi tentang cluster itu baruuuu aja dipasang tengah malamnya. Dan sayalah orang pertama yang pagi-pagi langsung datang ke kantor pemasaran merespon iklan tersebut..

Sama suami saya sampai sempat mau dibawa ke psikolog deh. Gara-garanya, setiap kali komplek perumahan tempat saya tinggal buka cluster baru, saya suka mendadak susah tidur hehehe… Gila banget memang, tapi harus diakui saya kecanduan beli rumah. Kalau perempuan lain hobi koleksi tas, baju, sepatu, perhiasan mahal, atau jalan-jalan keluar negeri, saya sudah lama punya ketertarikan khusus pada sebuah benda bernama rumah. Sebab buat saya rumah bukan sekadar tempat untuk ditinggali, tapi juga merupakan tabungan, aset berharga, dan sebuah ‘bisnis ajaib’ yang bisa mendatangkan keuntungan berlipat ganda tanpa saya harus bersusah payah mengelolanya.

Saya pernah nulis di blog ini kalau akhir tahun 2001 saya pertama kali beli rumah di komplek perumahan tempat saya tinggal sekArang. Waktu saya beli, harga rumah dengan luas tanah 96 m2 dan luas bangunan 50 m2 masih Rp 181 jutaan. Nggak sampai dua tahun, saya baru sadar kalau harga pasaran rumah saya melonjak jadi Rp 250 jutaan karena perumahan tempat saya tinggal membuka akses tol, jalur KRL Express AC menuju ke pusat kota Jakarta dan fasilitas-fasilitas lain.

Kenyataan itu membuat saya menemukan peluang baru untuk membuat uang berkembang. Saya jadi terpacu untuk menabung dan setelah uang terkumpul cukup banyak, saya tahu pasti apa yang harus saya lakukan dengan uang tersebut; beli rumah! Rumah yang sudah dibeli bisa ditempati, disewakan atau didiamkan saja, dan voilaaa.. setiap tahun harganya melonjak naik tak terkendali. Rumah yang tahun 2001 saya beli seharga Rp 181 jutaan itu, contohnya. Sekarang, harga pasarannya sudah di atas Rp 400 juta, padahal nggak saya apa-apain. Saya menyebutnya bisnis ajaib karena cara kerjanya dalam membuat uang saya berkembang betul-betul unik dan menakjubkan.

Bayangkan, saya tetap bisa mengerjakan rutinitas harian, nggak perlu meninggalkan pekerjaan utama, dan nggak usah pusing-pusing memikirkan strategi atau cara yang paling tepat untuk mengelola bisnis yang satu ini. Rumah cukup dirawat dan rutin dibersihkan agar selalu dalam kondisi baik. Disewakan juga lumayan karena harga sewa rumah di komplek saya cukup tinggi. Rumah dengan luas bangunan 50 m2 yang cuma memiliki 2 kamar tidur laku disewakan dengan harga Rp 18-20 juta setahun, tergantung kondisi rumah.

Paling enak –dan menguntungkan- beli rumah pada saat pengembang sedang membuka cluster baru. Sepuluh pembeli pertama biasanya mendapat diskon istimewa dan uang muka (DP) rumah bisa dicicil antara 3 sampai 10 bulan, tergantung nego dengan marketing dan kondisi property yang dipasarkan. Kebijakan DP bisa dicicil sampai 10 kali biasanya diberlakukan kalau produk yang ditawarkan masih berupa tanah kosong dan pembangunan rumahnya baru akan selesai paling cepat setahun kemudian. Jadi, waktu mau beli rumah, saya cuma ditunjukkin brosur berisi gambar dan spesifikasi rumah oleh marketing, lalu saya memilih rumah yang letak persisnya di sebelah mana aja saya belum saya tahu. Lha, wong cluster yang digambarkan indah menawan hati di brosur itu kenyataannya masih berupa tanah lapang yang bahkan belum diratakan! :-D

Saya berani membeli rumah yang sama sekali belum dibangun tentunya karena yakin dengan reputasi pengembangnya. Bukan kebetulan kalau semua rumah yang saya beli terletak di komplek yang sama karena berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, seperti apa pun bentuk rumahnya nanti, harga rumah pasti bakal meningkat pesat bahkan sebelum saya selesai mencicil DP-nya.

Nah, biar tahu kapan komplek perumahan saya lagi promo, saya hobi banget jelalatan baca spanduk yang terpampang di jalanan komplek perumahan saya. Nggak heran malamnya spanduk baru dipasang, pagi-pagi saya sudah tahu duluan kalau komplek perumahan saya buka cluster baru, lagi ngadain program diskon khusus untuk pembelian rumah atau kavling tertentu, dan informasi-informasi lain yang bikin saya suka mendadak susah tidur.. Saya menyebutnya hobi yang menguntungkan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar